Monday, May 7, 2018

Monitoring Windows Server 2016

Server yang ada harus selalu dipantau oleh pemilik server tersebut agar tetap berjalan dengan lancar. Pemantauan tersebut bertujuan untuk mengamati kondisi dari server tersebut dan melihat apakah ada trouble/kendala dari server tersebut. 

Tujuan/Indikator : 
  • Pembaca dapat mengetahui kondisi server tersebut.
  • Pembaca dapat melakukan monitoring menggunakan Task Manager.
  • Pembaca dapat melakukan monitoring menggunakan fitur Performance Monitor. 
  • Pembaca dapat melakukan monitoring menggunakan fitur Event Viewer. 
  • Pembaca dapat melakukan monitoring menggunakan aplikasi CPU-Z. 

Alat dan Bahan : 
  • Windows Server 2016 (ISO in VirtualBox)
  • CPU-Z
  • VirtualBox(optional/in virtual)


MONITORING DENGAN TASK MANAGER

1. Klik kanan pada taskbar, lalu pilih Task Manager. 


2. Kemudian akan terlihat pada Task Manager persentase penggunaan CPU dan Memory pada bagian Processes. 


3. Di bagian Performance, maka akan terlihat grafik dari penggunaan CPU,Memory, dan Ethernet. lihat juga pada Open Resource Monitor.


4. Pada Resource Monitor juga terdapat informasi tentang CPU,Memory,Disk, dan Network. Dan juga ada grafiknya pada sebelah kanan.

MONITORING DENGAN FITUR PERFORMANCE MONITOR 

5. Buka Server Manager, lalu klik menu Tools dan pilih fitur Performance Monitor. 


6. Klik tanda panah kebawah pada Monitoring Tools dan klik Performance Monitor, lalu klik kanan pada kotak kosong(3), kemudian pilih Add Counters...  


7. Setelah itu, pilih semua counters yang tersedia, lalu klik Add >>, maka akan muncul pada tabel Added counters, lalu klik OK. 



8. Lalu akan muncul grafik statistik pada Performance Monitor, agar dapat membedakan trafik berdasarkan warna maka centang semua kotak yang ada seperti pada gambar.


MONITORING DENGAN FITUR EVENT VIEWER 

9. Selain dengan Task Manager dan Performance Monitor, monitoring juga bisa dengan menggunakan Event Viewer. Buka fitur Event Viewer pada Server Manager, pilih menu Tools, lalu pilih fitur Event Viewer.



10. Klik tanda panah kebawah, lalu klik menu System, lalu klik Filter Current Log... seperti pada gambar.


11. Pada Filter Current Log, centang Critical, dan biarkan yang lainnya dalam keadaan default, lalu klik OK.


12. Lalu akan muncul pada tabel System yang ada. Dan yang muncul hanya trouble dengan level Critical. 



MONITORING DENGAN MENGGUNAKAN PIHAK KETIGA, MENGGUNAKAN APLIKASI CPU-Z

13. Pada aplikasi CPU-Z,  ada keterangan tentang  CPU, Caches Mainboard, Memory, SPD, Graphics, Bench, dan About. 

Sunday, May 6, 2018

Cara Membuat Database Server di Windows Server 2016

Database Server adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis didalam server dan dapat diolah/digunakan menggunakan perangkat lunak(software) untuk menghasilkan suatu informasi.

Tujuan dari artikel ini : 

  • Pembaca dapat mengetahui windows server dapat membuat database
  • Pembaca dapat membuat database server sendiri.
  • Pembaca dapat memahami maksud dan fungsi dari database server

Alat dan Bahan

  • Windows Server 2016 
  • MySql
  • VirtualBox (Untuk versi Virtual) 
Langkah - Langkah dalam pembuatan : 

1. Pertama, install terlebih dahulu aplikasi yang digunakan untuk membuat databasenya, dan disini aplikasi yang digunakan adalah aplikasi MySql. Install MySql.


2. Setelah dibuka installer MySql, maka akan muncul wizard instalasi dari aplikasi ini, pada bagian Licence Agreement, bagian ini berisi tentang perjanjian/lisensi aplikasi MySql ini, Centang pada kotak yang ada, lalu Next. 


3. Pada bagian Choosing a Setup Type, terdapat beberapa opsi setup instalasi yang ada. Mulai dari instalasi secara default, atau hanya server saja, atau mungkin hanya client saja, bisa juga Full, dan Custom(sesuai selera pengguna). Agar semua fitur tersedia, maka pilih opsi Full, lalu Next. 


4. Setelah itu pada bagian Installation, maka akan muncul fitur dari MySQL yang akan diinstall, Execute untuk menginstall. 





























5.  Setelah di Execute, dan akan muncul hasil instalasinya, lalu Next. 

 6. Setelah itu akan masuk kedalam Wizard Instalasi MySQL Server, masukan Password untuk password root MySQL. lalu tambahkan user dengan klik Add User. 


7. Setelah Add User, lalu masukkan Username dan Password pada MySQL User Details, lalu OK. 


8. Lalu akan muncul user yang telah ditambahkan tadi, kemudian Next


9. Pada bagian Windows Service, biarkan dalam keadaan default, lalu klik Next.


10. Kemudian pada bagian Plugins and Extentions, biarkan juga dalam keadaan defauilt,  untuk port yang digunakan oleh MySql yaitu port 33060, kemudian Next.


11. Selanjutnya pada bagian Apply Server Configuration, maka akan terlihat apa saja yang akan dieksekusi oleh MySql, klik Execute untuk meng-eksekusi.


12. Yang telah berhasil dieksekusi akan muncul tanda centang hijau pada bagiannya, setelah itu Finish. 


13. Kemudian akan kembali ke MySQL Adding Community, pada bagian Product Configuration akan terlihat apa saja product dari MySQL Adding Community yang akan digunakan. Lalu klik Next.


14. Setelah itu akan masuk kedalam Wizard MySQL Samples and Examples. Pada bagian awal, masukkan user dan password, kemudian Next.


15. Dan akan terlihat fitur apa saja yang akan diinstall, klik Execute. 


16. Dan Instalasi telah selesai, klik Finish. 


17. Untuk menggunakan MySQL yang telah diinstall. cari MySQL 5.7 Command Line Client pada pencarian aplikasi. Lalu buka. 


18. Setelah dibuka, MySQL akan meminta password. masukkan password. 


19. Untuk melihat database yang ada pada mysql, gunakan perintah "show databases;",dan untuk membuat database, gunakan perintah "create database Nama_Database;". gunakan tanda ";" pada setiap akhir perintah. 


20. database yang telah dibuat telah muncul, lalu untuk mengeksekusi database yang telah dibuat tadi, gunakan perintah "use nama_databasenya;".



21. Setelah membuat database, kemudian membuat tabel(opsional) pada database. gunakan perintah "create table nama_tablenya". lalu masukkan isi dari tabel tersebut. Gunakan tanda"(" diawal untuk isi mengisi table tersebut, dan gunakan tanda ");" diakhir seperti pada gambar.


22. Untuk melihat table yang telah dibuat, gunakan perintah "show tables;".


23. Dan untuk melihat isi dari tabel yang ada gunakan perintah "desc biodata;" . Untuk memasukkan data kedalam isi tabel gunakan perintah "insert into nama_tabel". lalu kemudian datanya.(lihat pada gambar). Setelah memasukkan data, untuk melihat data tersebut pada tabel dapat menggunakan perintah "select * from biodata;" 



24. Perintah yang digunakan untuk menambahkan isi tabel setelah tabel dibuat yaitu "alter table nama_table add nama_isinya varchar(2) after namaisi_yangudahada;"


25. Perintah yang digunakan untuk menambahkan isi tabel setelah tabel dibuat yaitu "alter table nama_table drop nama_isinya;"


MELAKUKAN BACKUP DAN RESTORE DATABASE PADA WINDOWS SERVER

26. Yang pertama, buat folder yang akan dijadikan tempat untuk backup(opsional/bebas).


27. Buka CMD, dapat dengan ctrl+R, atau dengan melakukan pencarian aplikasi di PC. Lalu jalankan dengan Administrator. 


28. Masuk kedalam folder MySQL Server tersebut. "cd C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.7\bin". Setelah itu gunakan perintah "mysqldump -u root -p --databases riwayat_hidup > C:\backup\databackup.sql". Lalu masukkan password mysqlnya.

riwayat_hidup = nama databases yang telah dibuat tadi.
C:\backup\databackup.sql = lokasi dari folder yang telah dibuat tadi sebagai tempat backup.


29. Lalu buka data yang telah dibackup tersebut. klik kanan lalu Edit with Notepad++.


30. Lalu edit sesuai selera hati, namun harus tetap menggunakan bahasa pemrograman yang ditentukan.


31. Setelah dibackup, kemudian restore kembali. Masuk kedalam folder MySQL Server tersebut. "cd C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.7\bin", kemudian gunakan perintah "mysql -u root -p < C:\backup\databackup.sql" Lalu masukkan password mysqlnya. 


32. Dan data yang ada pada database berubah, karena telah dirubah menggunakan notepad++ tadi.

Monday, April 16, 2018

Instalasi Perangkat Lunak pada PC

Pada komputer perangkat lunak merupakan salah satu hal yang sangat penting. Apakah tanpa adanya perangkat lunak komputer dapat dioperasikan? Jawabannya adalah tidak. 
Komputer yang belum pernah diinstall perangkat lunak hanya akan menampilkan BIOS ( Basic Input Output System ) yang merupakan suatu software/perangkat lunak yang ditulis dalam bahasa assembly yang berfungsi untuk mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. Bios ini juga berfungsi untuk membantu dalam melakukan instalasi software sistem operasi. 
Sebelum itu, pembaca juga harus mengetahui sedikit penjelasan tentang pengertian instalasi perangkat lunak dan semacamnya. 

Pengertian Instalasi
Proses instalasi yaitu proses menguraikan file – file dan menyesuaikan program dengan alat – alat atau komponen – komponen yang terpasang pada komputer. 

Pengertian Perangkat Lunak/Software
Software merupakan perangkat yang menjembatani antara pengguna (brainware) dengan perangkat keras(hardware) agar terhubung satu sama lain. 

Pengertian Instalasi Perangkat Lunak/Software
Yaitu proses pemasangan suatu perangkat lunak pada komputer agar pengguna(brainware) dapat menggunakan software tersebut sesuai dengan kebutuhan. 

Instalasi Software/Perangkat lunak dibagi menjadi 3 yaitu, 
  • Instalasi Sistem Operasi
  • Instalasi Sistem Aplikasi 
  • Instalasi Driver Komputer

Instalasi Sistem Operasi
Instalasi sistem operasi adalah pemasangan sistem operasi pada sistem komputer. Sistem operasi akan dipasang terlebih dahulu dibandingkan dengan perangkat lunak/software yang lainnya, karena software yang lain baru dapat dijalankan apabila sistem operasi telah di install dengan benar. Namun sebelum melakukan instalasi sistem operasi, user/pengguna harus mengetahui tentang sistem operasi. 

Sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai/pengguna sehingga memudahkan dan membuat pengguna nyaman menggunakan komputernya. 


Instalasi Sistem Aplikasi 
Software aplikasi merupakan software yang berjalan diatas sistem operasi. Tanpa adanya sistem operasi yang menampung/wadah atau berjalan pada komputer, maka aplikasi tidak dapat dijalankan begitu saja. Maka pertama kali menggunakan komputer yang harus di install adalah sistem operasi terlebih dahulu. 
Di zaman sekarang ini, ada banyak aplikasi yang tersedia pada komputer, salah satunya yaitu aplikasi antivirus, tools basic, pengolah kata, dan masih banyak yang lainnya. Pada proses instalasi di zaman sekarang ini banyak media yang dapat digunakan untuk melakukan proses instalasi. Yang pertama bisa melalui kaset/disk, bisa dalam bentuk iso, bisa dalam bentuk zip/rar, bisa juga dalam bentuk exe, dan masih banyak lagi media yang dapat digunakan. Dan aplikasi yang tersedia tidak semua tersedia dalam versi gratis, banyak juga aplikasi yang harus membayarnya terlebih dahulu agar bisa digunakan.

Instalasi Driver pada Komputer
Ada beberapa komponen – komponen yang terdapat pada komputer harus memerlukan driver agar dapat digunakan dengan semestinya, driver juga termasuk kedalam hal yang penting yang harus diinstall pada komputer, karena komputer tidak dapat berjalan dengan baik apabila tidak adanya driver ini. 
Namun tidak semua komponen pada komputer memerlukan driver, dan tidak semua driver harus diinstall secara manual, ada beberapa driver yang langsung melakukan instalasi secara otomatis pada komputer. 
Driver komputer adalah sebuah perangkat lunak yang bertugas mengontrol setiap perangkat keras yang terpasang di komputer, agar setiap perangkat keras yang terpasang bisa berinteraksi dengan Sistem Operasi ,aplikasi dan berinteraksi dengan perangkat yang lain


Setup/Tahapan Instalasi Perangkat Lunak

1. Membaca panduan Instalasi
Apabila ingin melakukan instalasi software, biasanya dibagian awal akan muncul panduan instalasi/manual setup. Manual setup ini biasanya berfungsi untuk memberitahukan informasi tentang software yang ingin diinstall dan juga memberitahukan langkah - langkah pemasangan atau tata cara pemasangan software tersebut. Membaca panduannya sangat dianjurkan agar dalam pemasangan software tidak mengalami kesalahan dan kekeliruan dan software dapat terinstall dengan baik dan benar. 

2. Kendali Piranti/Perangkat
Kendali Piranti disini yaitu bagaimana software tersebut akan melakukan kendali terhadap sebuah hardware yang ada pada komputer. Sederhananya yaitu, software yang akan diinstall meminta izin untuk kendali terhadap hardware komputer. Seperti contohnya, instalasi driver. Driver berfungsi agar hardware yang ada pada komputer dapat berjalan dengan baik. 

3. Pengaturan Fungsi Jaringan 
Jaringan komputer memiliki beberapa fungsi, yaitu berbagi sumber daya, berkomunikasi satu sama lain, dan mengakses internet untuk mendapatkan suatu informasi. 
Dalam Instalasi suatu software, dalam setupnya biasanya akan ada permintaan software tersebut untuk melakukan pengaturan terhadap jaringan yang ada pada komputer. 

4. Pengaturan Peripheral Komputer
Peripheral komputer yaitu perangkat tambahan komputer yang berfungsi untuk mendukung proses kerja komputer sehingga kinerja komputer dapat berjalan maksimal. 
Peripheral komputer terbagi menjadi 2 yaitu, 
  1. Peripheral utama, yaitu perangkat keras atau hardware yang harus ada agar dapat mengoperasikan komputer sehingga peripheral ini tidak dapat dipisahkan dengan komputer utama, contohnya: mouse, keyboard dan monitor.
  2. Peripheral Pendukung, yaitu perangkat keras atau hardware yang tidak harus ada pada saat pengoperasian komputer, sehingga peripheral ini merupakan perangkat tambahan untuk memaksimalkan kerja komputer, contohnya: printer, scaner, modem, dan lain-lain.
Software meminta agar software yang ingin diinstall dapat melakukan pengaturan/hak akses terhadap peripheral komputer. 

5. Melakukan Backup Data/informasi
Dalam penggunaan software/perangkat lunak, biasanya memiliki data/informasi yang ada pada software tersebut. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan data/informasi maka akan opsi untuk melakukan backup data. 
Contohnya, 
Melakukan Backup data pada Sistem Operasi Windows 10 secara otomatis

Untuk melakukan backup secara otomatis di Windows 10 tidak memerlukan software tambahan cukup utilitas yang telah disertakan pada Windows 10, perlu diketahui untuk melakukan backup secara otomatis sangat disarankan menggunakan hardisk eksternal. Berikut caranya, 

1. Buka Setting, kemudian pada kotak search ketik Control Panel, Klik Control panel
2. Klik pada menu System and Security
3. Klik pada menu Backup and restore (Windows 7), Klik Setup Backup

backup and restore windows 10

4. Kemudian Pilih drive dari hardisk external anda, Kemudian Klik Next
backup otomatis di windows 10

5. Kemudian masuk pada kotak dialog "What do you want to backup?", terdapat dua pilihan pada kotak dialog ini, yakni "Lets Windows Choose (recommended)" dan "Let me Choose". Anda bisa menggunakan pilihan satu yang secara default backup sudah diatur oleh Windows 10.  Namun pada tutorial kali ini kita memeilih menu "Let Me Choose" agar dapat backup secara otomatis terjadwal. Klik Next.
backup otomatis di windows 10

6. Kemudian Pilih semua item yang akan di backup "data files", "Computer" untuk backup driver, serta jangan lupa centang pada "Include a system Of drives : System Reserved (C)", ataupun anda juga bisa backup seluruh drive yang di PC/laptop anda, Kemudian klik Next.
backup otomatis di windows 10

7. Kemudian pada menu "On Schedule" Klik "Change Schedule" Link, Kemudian pilih seberapa seringbackup dilakukan pada hardisk anda, bisa Mingguan, bulanan, kemudian kemudian tentukan hari dan jam backup, Klik OK.
backup otomatis di windows 10
backup windows 10

8. Kemudian Klik "Save setting and exit"

Lakukan langkah - langkah tersebut dengan teliti agar System dapat melakukan backup secara berkala, dan tentu saja, kita tidak akan kahawatir kehilangan data.